Tuesday, 29 July 2008

Emas menguat

Harga komoditi logam mulia meningkat tajam seiring dengan koreksi Dolar AS serta menguatnya kembali harga minyak mentah dunia. Kembali investor harus melindungi investasi mereka dengan memasukkan dana mereka ke pasar komoditi yang bergairah naik.
Harga minyak mentah kembali menguat atas kekhawatiran suplai minyak dengan ditutupnya dua jalur pipa Shell di Nigeria dan Pernyataan dari Presiden Iran mengani program nuklirnya yang memicu kekhawatiran internasional akan eskalasi krisis di Timur Tengah.
Menguatnya harga minyak menyeret komoditi lainnya seperti jagung, kedelai dan produk pertanian yang lain.
Dolar sendiri melemah terhadap mata uang lainnya khususnya terhadap Euro pada perdagangan hari Senin setelah dikabarkan angaran AS mengalami deficit meningkat yang mengkhawatirkan pasar akan membuat ekonomi AS lebih jatuh lagi.
Melemahnya Dolar AS juag mendorong investor untuk kembali memborong investasi di komoditi logam mulia termasuk Emas dan Perak, yang selama ini terkenal sebagai investasi pelindung saat inflasi tinggi. Melemahnya Dolar AS juga membuat harga komoditi dengan satuan Dolar di luar negeri terlihat lebih murah.
Harga emas untuk pengiriman bulan Agustus menguat 90 cents di harga $927.70 per ounce di bursa NYMEX, setelah mencetak harag tinggi di $932.90. Harga tertinggi Emas dicetak pada bulan Mei di harga $ 1,039.80 atau dengan harag sekarang terkoreksi 10 %.
Sementara harag logam lainnya, seperti Perak menguat 9 cents di harga $17.465 per ounce, Tembaga menguat ke $3.612 per pound.

1 comment:

Anonymous said...

Jadi kalau dollar turun maka emas naik. Bagaimana dengan hubungan antara dollar dan harga minyak ?