Hangseng Zone
Pada perdagangan terakhir sebelum libur minggu ini, bursa AS ditutup beragam setelag data ISM dan pekerja dikeluarkan pemerintah. Data-data tersebut mengisyaratkan adanya kontraksi ekonomi AS. Meski demikian, saham-saham berusa menguat, sehingga hampir sebagian besar indek bursa menguat mengalahkan kekhawatiran akibat efek kenaikan harga minyak serta dampak krisis kredit.
Para investor juga berharap ada satu petunjuk dari dua data ekonomi yang dikeluarkan, namun sedikit sekali yang bisa dijadikan petunjuk arah pasar. Data ISM menunjukkan sector jasa jatuh 48.2 dari 51.7 dibulan Mei; Sementara data tenaga kerja yang dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja, menunjukkan penurunan sebanyak 62.000 pekerjaan, atau sebesar 5,5 persen dibanding bulan Mei, sebagaimana perkiraan pasar.
Indek Dow Jones naik 73.03 points atau 0.65 percent, ke level 11,288.54. Indek Standard & Poor's 500 naik 1.38 points atau 0.11 percent, di level 1,262.90, dan indek Nasdaq jatuh 6.08, atau 0.27 percent, ke level 2,245.38.
Harga minyak ditutup di $ 145.85 per barel, sebelumnya pihak Morgan Stanley memperkirakan minyak akan menembus $ 150 di awal minggu pertama Juli. Sementara harag Emas justru jatuh dan Dolar melemah.
No comments:
Post a Comment