Bursa saham Asia pagi ini diperkirakan akan mengikuti jatuhnya bursa AS tadi malam. Data Ekonomi AS, angka pengangguran dan tingkat penjualan rumah yang buruk membuat Indek Dow Jones dan Nasdaq terkoreksi cukup tajam. Dow Jones jatuh 2.4%, Nasdaq jatuh 2.0%.
Sementara nilai tukar Dolar terhadap mata uang lainnya menguat dengan bayang -bayang resiko melemahnya pasar modal AS. Sentimen luar adalah data ekonomi Eropa yang juga jelek. Hal ini semakin memperlemah nilai tukar mata uang Eropa khususnya terhadap Dolar AS.
Nilai ekspor Jepang juag dilaporkan mengalami penurunan,terendah sejak 5 tahun terakhir ini, hal ini memberikan landasan bahwa saat ekonomi AS mulai kembali bergairah, perekonomian negara-negara lain didunia ustru mulai memburuk.
Hal lain, stabilitas di pasar uang akan menjadi awal gejolak di pasar modal, dimana antara USD/JPY kembali menyentuh harga tingginya di 107.39 tadi malam, EUR/USD flat di harga 1.5678 vs 1.5679; GBP/USD di 1.9862 vs 1.9867.
Indikator ekonomi yang perlu diperhatikan pagi ini adalah laporan GDP Korea Selatan, CPI dan CSPI Jepang. Kemudian GDP Inggris, Durable goods orders AS, Reuters/University of Michigan sentiment index, new home sales AS.
No comments:
Post a Comment