Friday, 11 July 2008

Saat dimana suplai global terganggu dan sedikit, ketegangan di Timur Tengah paska Iran melakukan uji coba peluru kendalinya, menjadi sebab kenaikan harga minyak pada perdagangan hari ini. Harga minyak mentah kembali naik, meski di AS harga gas untuk ritel justru jatuh. Untuk kontrak pengiriman Agustus, harga minyak naik $1.37 ke harga $137.42 dalam perdagangan elektronik.
Iran, sebagaiman dilaporkan telah melakukan uji coba peluru jarak jauhnya di Teluk Persia, sehingga membuat para investor khawatir. Meski saat ini pasar komoditi masih “bullish” baik secara fundamental maupun psikologis.
Pasar minyak memang sangat sensitive. Meningkatnya suhu politik di kawasan Timur Tengah khususnya Iran dimana terdapat tidak kurang 10% dari perusahaan suplai minyak dunia ada disana sehingga kondisi ini mempengaruhi pasar minyak dan membuat harga minyak naik. Beberapa pernyataan dari Teheran telah mengkhawatirkan pasar, ancaman penutupan selat Hormuz akan menggangu pasokan minyak, sehingga berpengaruh terhadap upaya memnuhi permintaan global. Saat ini kapasitas global minyak mentah sangat sedikit disbanding permintaan yang terus melonjak. Hal ini menjadi factor yang juga membuat harga minyak menguat.
OPEC juga menyatakan bahwa saat ini terjadi lonjakan permintaan minyak hingga 50%. Menurut mereka, permintaan energi global akan mencapai puncaknya dimana ada kenaikan sebesar 50 % pada tahun 2030 nanti. OPEC juga menyatakan, bagimana juga cadangan minyak, konservasi dan metode baru yang dipergunakan telah ditemukan untuk memeuhi kebutuhan minyak maka tetap saja belum bisa memenuhi permintaan minyak global. Meski demikian, persediaan minyak OPEC masih cukup untuk memenuhi kebutuhan minyak dunia dimasa yang akan datang.
Pada awal perdagangan minggu ini, harga minyak sempat terkoreksisekitar $ 9 perbarel dari harga tertingginya, setelah Presiden Ahmadinejad menyatakan tidak mau berkonfrontasi secara militer dengan AS maupun Israel.. Kondisi ini mencerminkan bahwa harga pasar sebenarnya telah menggelembung, sehingga sewaktu waktu bisa terkoreksi secara tajam. Diperkirakan harga minyak akan kembali menguat dengan target $ 150 perbarel diakhir musim panas ini.

No comments: