Hangseng Zone
Dow rebound didukung jatuhnya harga minyak dan hasil positif laporan keuangan perbankan dan penerbangan. Indek Dow Jones sendiri ditutup menguat 277 points atau naik 2.5%. Kenaikan ini yang terbesar dalam satu hari selama tiga bulan terakhir ini. Indek Standard & Poor's 500 menguat 2.5%, Indek Nasdaq menguat 3.1%. Indek S&P 500 menguat dari titik terendah sejak 2 November 2005.
Kenaikan pasar dibayang-bayangi kenaikan inflasi dimana CPI AS meningkat 5 % dibanidng tahun lalu, yang merupakan kenaikan terbesar dalam 17 tahun ini. Kenaikan harga BBM dan pangan mendorong inflasii naik lebih tinggi dari rata-rata kenaikan tahunannya. Perdagangan bursa saham di awal sesi terpengaruh dengan data CPI ini, dan terkoreksi sebagai respon sentiment negatif. Namun perlahan berbalik arah dan mulai naik secara cepat setelah para pedagang banyak banyak menyerap laporan keuangan yang rata-rata positif. Para investor kemudian mendapat sentiment positif yang sebelumnya menekan pasar.
Bagi para pengamat, kenaikan ini wajar mengingat pasar secara prinsip tidak akan jatuh selamamya, apa yang didapat investor bisa menjadi sentiment negative juga akan menjadi sentiment positif. Sebelumnya kenaikan harga minyak membuat harga saham terkoreksi, saat ini dimana harga minyak yang terkoreksi, maka harga saham-saham yang melejit naik. Kepercayaan pasar kembali pulih dengan jatuhnya harga minyak saat ini.
Laporan keuangan sector perbankan yang rata-rata positif menambah kepercayaan investor. Data ekonomi atas pembangunan perumahan baru yang baik juga mengindikasikan pertumbuhan ekonomi bisa diharapkan, Klaim pengangguran baru dan data manufaktur Philadelphia yang ada menjadi sentiment yang kuat bagi pasar untuk memburu saham-saham yang sebelumnya telah jatuh.
Setelah penutupan pasar, pihak badan lelang online eBay mengumumkan kenaikan pendapatan sebesar 22%, mengalahkan estimasi pasar. Saham eBay sendiri jatuh 6% setelah pasar tutup, kenaikan pendapatan ini ternyata belum bisa mengensankan para investor untuk yang ketiga kalinya.
Sektor keuangan menguat tajam, setelah banyak laporan keuangan yang dikeluarkan sebelum pasar dibuka yang mengalahkan estimasi pasar sehingga membuat sector perbankan di indek S&P menguat 20%. Saham Wells Fargo menguat 32.8% setelah saham tersebut jatuh 22% atas laporan keuangan yang jatuh pada kuartal kedua. Saham perbankan lain, Charles Schwab naik 14.3%, Northern Trust naik 13.1%, dan Marshall & Ilsley naik 17.3%.
Kenaikan sector ini akan berlangung, meski belum bisa dipastikan sampai kapan kenaikan ini akan terjadi.
Ben Bernnake sekali lagi menegaskan bahwa tindakan The Fed untuk memberikan bantuan kepada Fannie Mae dan Freddie Mac adalah tepat dan membuat kedua perusahaan tersebut kembali aman. Akibatnya saham Fannie dan Freddie menguat 30% yang sebelumnya terkoreksi tajam.
Saham Washington Mutual melonjak 25.5%, juga menjadi pendorong saham-saham perbankan lainnya yang sempat jatuh diawal minggu ini. Saham Bank of America naik 22.4%, JPMorgan Chase naik 15.9%, Wachovia naik 16.1% dan Citigroup naik 13.1%, Saham Lehman Brothers naik 26%.
Sektor penerbangan menguat setelah harga minyak jatuh.saham American Airlines dan Delta Air Lines. Saham Delta Airlines naik 26,6 % dan saham American Airlines naik 32 % , saham Continental Airlines naik 38.2%, US Airways naik 27.3% dan JetBlue naik 21.4%. UAL Corp. naik 41.5%.
Sebagaimana diketahui, harga minyak pada perdagangan tadi malam ditutup terkoreksi $4.14 di harga $134.60. Jatuhnya harga minyak ini akibat data cadangan minyak yang dilaporakan oleh Badan Informasi Energi AS menyatakan ada kenaikan sebesar 3 juta barel dalam minggu ini, sementara analis justru memperkirakan penurunan sebesar 3 juta barel.
Dolar AS , menguat. Emas terkoreksi $16 diututp diharga $962.70 per ounce
No comments:
Post a Comment