Thursday, 28 August 2008

Bursa AS Menguat Akibat Data Ekonomi

Bursa AS di Wall Street rata-rata menguat meski dalam volume transaksi yang tidak banyak namun mengisyaratkan pertumbuhan pada beberapa sektor ekonomi. Ancaman badai Gustav menahan kenaikan pasar lebih tinggi lagi; Indek Dow Jones Industrial Average ( DJIA ) naik +89.64 points atau 0.8%, Indek Nasdaqnaik +0.9%, Philly semiconduktir naik +0.5%.
Data ekonomi untuk order barang-barang tahan lama (durable goods) di bulan Juli naik +1.3% sementara perkiraan pasar justru jatuh 0.4%, meski Dlar USD melemah ke posisi terendah bulan ini, namun hal ini membuat sektor kepor membaik. ; Data -data ekonomi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS masih ada dan berjalan. Disaat pasar masih tertekan dengan sentimen negatif yang berasal dari sektor keuangan dimana krisis kredit menghantam, maka data-data tersebut cukup memberikan angin segar dipasar saat ini. Badai Gustav masih menimbulkan ancaman bagi sitribusi minyak dari Teluk Meksiko; mendorong harga minyak menguat termasuk saham-saham atas perusahaan - perusahaan perminyakan. Saham Tesoro +11%, Valero Energy +4.2%. American Airlines induk AMR jatuh 2.7% setelah pihak Citigroup memagkas peringkatnya. Citigrup memberikan peringantan bahwa pertumbuhan kebutuhan konsumen menurun sebagi akibat kenaikan harga minyak saat ini. Saham Freddie Mac +20%, Fannie Mae +15%; Pihak Merrill Lynch menyatakan bahwa pernyataan pailit saat ini terlalu dini disaat modal perusahaan masih jauh dari level krisis, hal ini menjadi dasar investor membeli saham-saham perusahaan tersebut. Setelah pasar tutup , Fannie menyatakan perombakan management; Sahamnya sempat jatuh 2% menjelang penutupan perdagangan.

No comments: