Wednesday, 20 August 2008

Inflasi dan sektor keuangan menjatuhkan bursa AS kembali

Bursa AS untuk kedua kali sesi perdagangan, jatuh kembali akibat kekhawatiran investor akan kenaikan inflasi serta semakin runyamnya sektor keuangan di Wall Street. Data penjualan rumah baru bulan Juli di AS menurun tajam sebesar 965,000 unit dari rata-rata tahunannya, terendah selama 17 tahun disertai kenaikan indek harga produsen (PPI) sebesar 1,2 %. Hal ini semakin meyakinkan pelaku pasar bahwa kondisi ekonomi AS masih jauh dari membaik. Indek Dow Jones jatuh 130 points.
Sebagaimana diperkirakan sebelumnya, bahwa sector keuangan akan jatuh akibat kinerja buruk dari saham Lehman Brothers Holding Inc. dimana baik JP. Morgan amupun Goldman Sachs telah memperkirakan bahwa Lehman Brothers Hld.Inc. pada kuartal ketiga ini akan mengalami kerugian. Dengan jatuhnya sektor keuangan ini, dimana membuat investasi menurun terlebih di sektor property telah membuat konsumen dan para pelaku bisnis semakin terpuruk sehingga perekonomian AS semakin memburuk.
Jatuhnya Dolar AS sebagai akibat buruknya data ekonomi dan runtuhnya sektor keuangan AS membuat harga minyak kembali melonjak, dan diikuti kenaikan harga komoditi termasuk emas. Harga minyak menguat hingga $ 114.53 per barel.
Indek Dow Jones jatuh 130.84, atau 1.14 percent, ke level 11,348.55. Pada perdagangan sebelumnya sudah terkoreksi 180 point. Jatuhnya indek ini adalah yang terburuk sejak akhir Juni kemarin. Indek Standard & Poor's 500 jatuh 11.90, atau 0.93 percent, ke level1,266.70, dan indek Nasdaq jatuh 32.62, atau 1.35 percent, ke level 2,384.36.

No comments: