Wall Street rebound pada perdagangan hari ini setelah minyak terkoreksi ke $ 115 atau turun 99 sen, sehingga banyak aksi beli dilakukan investor termasuk pada sektor keuangan setelah sebelumnya sempat terkoreksi pada dua sesi perdagangan. Indek Dow Jones menguat 82.97 points atau 0.72 percent di level 11,615.93, setelah sempat menguat 180 points. Indek Nasdaq naik 25.05 points atau 1.03 percent ke level 2,453.67. Indek Standard & Poor's 500 naik 7.10 points, atau 0.55 percent, ke level 1,292.93.
Jatuhnya harga minyak memberikan kepercayaan investor, bahwa hal ini akan mengembalikan daya beli konsumen yang menurun drastis dengan melonjaknya harga minyak selama beberapa waktu ini.
Awal perdagangan, saham-saham sempat terkoreksi akibat data ekonomi dari Departemen Tenaga Kerja yang menyatakan ada lonjakan CPI sebesar 0.8 persen, lebih rendah dari bulan Juni namun dua kali lipat dari perkiraan pasar. Akibatnya pasar merespon negative mengingat inflasi mencapai titik tertinggi selama 17 tahun ini. Kenaikan inflasi terbanyak pada sektor pangan dan energi.
Pasar perlahan menguat setelah investor melihat segi positif atas saham–saham yang sudah terkoreksi cukup jauh sebelumnya. Meski inflasi tinggi, namun jatuhnnya harga minyak memberikan harapan investor bahwa dimasa depan perekonomian akan membaik.
No comments:
Post a Comment