Wednesday, 10 September 2008

Saham-saham di bursa Tokyo dan Korea Selatan dibuka melemah pada awal sesi perdagangan Rabu

(Hangseng Zone) - Dampak positif dari pengambil-alihan Freddie Mac dan Fannie Mae oleh pemerintah US nampaknya cepat sekali berlalu. Para pelaku pasar saat ini cenderung khawatir bahwa pemerintah US telah kehabisan langkah untuk menyelamatkan perekonomian US dari permasalahan ekonomi yang lebih besar lagi. Kondisi pasar kredit dan juga sektor properti yang nampak buruk saat ini kembali menarik perekonomian US ke arah resesi ekonomil. Data Pending Home Sales US yang dilaporkan lebih buruk dari perkiraan serta ditambah lagi dengan permasalahan keuangan Lehman Brothers memberikan sentimen negatif terhadap sektor properti dan juga sektor finansial. Data Pending Home Sales US dilaporkan berada pada level -3.2% dari bulan sebelumnya 5.8%, jauh dibawah prediksi pasar -1.2%. Hasil tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran para pelaku pasar terhadap kondisi perekonomian US. Sementara itu, Lehman Brothers disinyalir akan mengumumkan laporan pendapatan kuartal ketiga (Q3) tahun 2008 lebih awal dari jadwal yang telah diumumkan. Hal tersebut menimbulkan tanda-tanya besar di kalangan pelaku pasar. Diperkirakan Lehman tidak sanggup meningkatkan dana untuk menanggulangi kerugian yang cukup besar. Juga pemberitaan bahwa telah gagalnya pembicaraan pembelian saham oleh Korea Development Bank, membuat kondisi Lehman Brothers semakin memburuk. Diperkirakan pergerakan NIKKEI, KOSPI dan HANGSENG pada sesi perdagangan Rabu masih akan cenderung melemah. Tekanan terhadap sektor finansial dan properti nampaknya akan memberikan tekanan yang cukup besar bagi pergerakan saham-saham di bursa Asia.

No comments: