Tuesday, 1 July 2008

Minyak batasi gain di bursa Asia, Tankan Jepang jadi perhatian

Hangseng Zone

Wall Street masih belum mampu bangkit pada akhir perdagangan kuartal ke dua tadi pagi setelah harga minyak masih bertengger di atas level $ 140an/barrel.
Tingginya harga minyak memang menguntungkan sektor energi dan komoditas tambang lainnya, namun bagi sektor industri, retailer, transportasi dan konsumer goods hal ini sangat memberatkan biaya produksi dan laba usaha.
Sektor keuangan juga masih memburuk terus dimana peringatan akan pemutihan aset pasca subprime mortgage kembali diungkapkan ke permukaan bursa dimana pembayaran atau pelunasan pada kuartal ini total hanya 20% saja.
Ditambah pula penurunan peringkat kredit beberapa perusahaan sektor ini menambah daya gedor jual.
Rencana buyback beberapa perusahaan keuangan untuk menghindari kebangkrutan juga memberi sentimen negatif bagi investor sektor ini.
Bagaimana dengan bursa-bursa Asia?
Kemungkinan besar bursa-bursa di Asia (Nikkei dan Kospi) pada perdagangan awal minggu ini masih dalam pembukaan di sisi melemah mengikuti perkembangan Wall Street yang masih belum bangkit pada akhir perdagangan kuartal ke dua ini.
Kemungkinan investor masih enggan melakukan aksi borong beli terhadap sektor industri, transportasi dan konsumer goods karena sektor-sektor ini sangat sensitif terhadap tingginya harga bahan bakar dimana semalam harga minyak masih bertengger di atas level $ 140/barrel.
Nampaknya harga minyak terus ditinggikan oleh para spekulan, sambil menekan Bush untuk membuka ladang penambangan minyaknya di Alaska, dimana kalau Alaska dibuka dapat dipastikan harga minyak akan perlahan-lahan turun.
Selain itu ketegangan di Timur Tengah terus dihembuskan agar harga minyak terus naik dengan target di $ 147/barrel pada minggu ini dan $ 170/barrel di bulan ini.
Tingginya harga energi ini diperkirakan bisa membuat data aktivitas bisnis di Jepang yang diwakili oleh data survey Tankan Bank of Japan akan mengendor, dan bila data tankan melemah tajam maka koreksi akan terus berlanjut di Nikkei.
Sektor keuangan Asia kemungkinan besar akan mengikuti sentimen negatif di AS karena cukup sulit bagi perusahaan keuangan untuk menghindar dari pemutihan asset pasca subprime mortgage kecuali perusahaan-perusahaan keuangan dari China.
Data neraca perdagangan Korea Selatan kemungkinan bisa memberi sentimen positif terhadap Kospi karena kemungkinan data tersebut akan membaik.

Market Hangseng hari ini libur.

No comments: